Tokyo (SUMARORONG POST) - Dua orang pria Jepang yang ditahan Korea Utara, sejak 10 bulan yang lalu, kini sudah kembali ke rumah, hal ini diungkapkan seorang menteri pada hari Jumat, ia juga menambahkan kalau ini merupakan sinyal "positif" hubungan diplomatik dari negara yang selama ini tertutup.
Diperkirakan dua orang itu akan kembali ke Jepang dalam minggu-minggu ini, ucao Jin Matsubara, kepala National Public Safety Commission.
"Saya merasa ini bisa diartikan sebagai tanda positif dari Korea Utara," ucapnya kepada wartawan.
Polisi enggan berkomentar tentang alasan kedua pria ini dibebaskan.
Kedua Pria tersebut, berusia 30 dan 40 tahun, ditahan di zona ekonomi spesial dekat perbatasan Korut dengan Rusia. Mereka dikembalikan melalui China.
Jepang selama ini tidak memiliki ikatan diplomatik dengan Korea Utara dan hubungan mereka tetap tegang sejak kolonialisasi Jepang di Semenanjung Korea pada 1910-1945 dan selama ini Korut telah menculik beberapa warga Jepang di era Perang Dingin.
Kim Jong-II, yang meninggal dunia bulan lalu, mengakui pada tahun 2002 ada agen yang menculik warga Jepang tetapi ia menjelaskan bahwa masalah itu sudah diselesaikan dan akan mengembalikan ke lima korban bersama pasangan dan keluarga mereka.
Korut juga mengatakan beberapa orang lain yang diculik sudah meninggal, namun pihak Jepang percaya jika beberapa korban yang diperkirakan masih hidup.
Tiga pria Jepang yang ditahan sejak Maret tahun lalu, namun salah seorang dari mereka, yang berusia sekitar 80, telah dibebaskan dan telah kembali ke Jepang pada bulan April lalu, hal ini sesuai yang dilaporkan kantor berita Jiji Press dan NHK.
Laporan juga menyebutkan jika ketiga pria itu pegawai di sebuah perusahaan perawatan mesin di Tokyo yang sedang mengunjungi kota Rason di dekat perbatasan Korut dan Rusia pada Maret untuk memeriksa mesin sebuah perusahaan manufaktur makanan.
Mereka dilaporkan ditahan dengan tuduhan menyembunyikan obat-obatan di makanan kaleng untuk diekspor ke China dan pemalsuan mata uang.




0 komentar:
Posting Komentar